PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mencatat penurunan jumlah daerah dengan peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH).

“Secara nasional, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH sampai dengan minggu keempat Januari turun dibandingkan pada minggu sebelumnya,” tuturnya saat rakor bersama Mendagri, Pemda dan leading sektor terkait secara virtual, Senin, 29 Januari 2024.

Ia menerangkan komoditas penyumbang andil kenaikan IPH terbesar di sepuluh wilayah didominasi oleh daging ayam ras, daging sapi, cabai rawit, dan bawang merah.

Sebagai informasi untuk wilayah Kalteng, BPS menyampaikan dalam rilisnya per 2 Januari 2024, inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit sebesar 0,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,69 pada Desember 2023.

Inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit terjadi karena adanya peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0,66 persen).

--page

Kemudian, kelompok transportasi (0,60 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,38 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (0,21 persen), kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,16 persen).

Ditambah, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,15 persen), serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (0,08 persen). (HERMAWAN DP/j)