PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono mengatakan bahwa penyebaran LSD atau cacar sapi/kerbau dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak.

"Tentu saja LSD dapat menjadi ancaman serius bagi peternak sapi di kota Palangka Raya. Penyakit ini menular dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi para peternak," kata drh Eko kepada Borneonews pada Selasa, 30 Januari 2024.

Eko menjelaskan bahwa LSD atau cacar sapi/kerbau merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang terutama bisa menyerang hewan sapi. Penyakit ini dicirikan dengan adanya benjolan pada kulit sapi.

"Penyakit Cacar Sapi adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Poxviridae, yang menyerang kulit dan selaput lendir hewan berkuku genap, seperti sapi, kerbau, dan unta," katanya.

Gejala penyakit ini, lanjutnya, antara lain adanya bintik-bintik merah pada kulit, luka bernanah, demam, dan lemas.

--page

"Penyakit ini dapat menurunkan produksi susu dan daging, serta menyebabkan kematian pada hewan yang terinfeksi. Tentu saja ini dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi peternak kita," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)