PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Akhir tahun 2023 lalu, penyakit LSD atau atau cacar sapi/kerbau sempat menyerang para peternak sapi di Kota Palangka Raya.

"Menjelang akhir tahun kemarin itu komplit, ya LSD pada sapi, ya ASF pada babi menyerang semua," kata Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono pada Selasa, 30 Januari 2024.

Eko menjelaskan bahwa serangan penyakit pada ternak ini menimbulkan kerugian yang besar bagi peternak Kita Palangka Raya.

"Salah satunya yang saya kunjungi itu ada sapi eksotis yang mati milik peternak, itu kerugian yang ditanggung sekitar Rp40 juta," katanya.

Kerugian ini harus ditanggung peternak, menurut Eko, lantaran memang ternak yang mati itu merupakan ternak yang belum tervaksin sehingga sangat mudah terserang penyakit.

--page

"Sapi yang terkena LSD ini kan dagingnya rusak sehingga tidak bisa dikonsumsi, karenanya peternak juga tidak bisa menyembelihnya untuk dijual meski masih dalam kondisi hidup, apalagi yang sudah terlanjur mati," tuturnya lagi.(TESTI PRISCILLA/Y)