KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Yayasan Borneo Orangutan Survival, Program Konservasi Mawas telah menyelenggarakan kemah lingkungan hidup bertajuk muatan lokal dan pendidikan lingkungan hidup di Bumi Perkemahan Nyaru Mentang Palangka Raya. 

Kegiatan ini melibatkan sejumlah sekolah dari Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas. Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menciptakan dan meningkatkan generasi muda yang berbudaya dan peduli lingkungan, sekaligus meluncurkan buku muatan lokal (mulok) pendidikan lingkungan hidup.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kapuas, Aswan mengungkapkan peresmian pendidikan lingkungan hidup sebagai muatan lokal di SD, SMP, dan SLTA di Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas adalah tonggak bersejarah. 

"Harapannya, mulok ini bukan sekadar penyampaian pengetahuan tentang lingkungan hidup. Tetapi, juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan membentuk kecintaan terhadap budaya lokal," kata Aswan, Selasa, 30Januari 2024.

Melalui peresmian buku ini, dia berharap menciptakan semangat baru bagi peserta didik dalam mengenal alam. Menurut dia, ini bukan hanya pendidikan, tetapi juga perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam, menciptakan generasi yang tidak hanya peduli terhadap bumi, tetapi juga mencintai dan melindungi warisan budaya mereka.

--page

"Saya menilai muatan lokal ini merupakan salah satu unsur yang sangat penting bagi pendidikan. Karena dapat membantu peserta didik terhubung dengan lingkungan serta memperkaya pengetahuan lingkungan hidup dan budaya," ucapnya.

Program Manager BOS Mawas, Jhonson Regalino bersama Kadisdik Kapuas, Aswan, meluncurkan buku Mulok yang berbasis materi lingkungan hidup. Buku tersebut berisi pelajaran Mulok untuk sekolah dasar kelas 4, 5 dan 6 serta untuk SMP kelas 7, 8 dan 9. Rencananya buku tersebut akan digunakan di sekolah-sekolah SD dan SMP di Kecamatan Timpah.

Sebelumnya, pembukaan kemah dilakukan oleh Kordinator Wilayah Pendidikan Timpah Ramadie, ia menyebutkan ada 27 cabang kegiatan yang diperlombakan meliputi bidang keterampilan, seni dan budaya yang berwawasan lingkungan.

Jhonson Regalino menilai, buku mulok berbasis pendidikan lingkungan hidup sangat penting sebagai mata pelajaran muatan lokal. Yakni sebagai upaya sistematis dan berkesinambungan, khususnya untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, sikap dan ketrampilan peserta didik, yang diharapkan dapat tercermin dalam perilaku kesehariannya.

"Semoga buku Mulok tersebut dapat digunakan juga disekolah-sekolah lainnya. Sebagai panduan dalam pembelajaran mengenai lingkungan hidup dan kecintaan pada lingkungan serta peduli pada makhluk hidup," ucap Jhonson. (DODI/Y)