Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bersama instansi terkait menggelar rapat koordinasi persiapan arus mudik lebaran 2016. Meski lebaran masih lama namun pemerintah beserta instansi-instansi terkait melakukan persiapan dini untuk menghindari munculnya masalah saat arus mudik terutama penumpukan penumpang.
“Tahun ini kami persiapkan lebih awal agar penanganan lebih baik dari tahun sebelumnya. Kita berharap baik angkutan darat, mapun akan tertangani dengan baik pada tahun ini,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kotim, Fadlian Noor, saat rapat koordinasi lintas sektoral di Aula Kantor Pelni Sampit, Rabu (11/5/2016).
Rapat tersebut untuk menyamakan persepsi bagaimana menghadapi arus mudik 2016 nanti di Pelabuhan Sampit. Sebab pelabuhan Sampit salah satu pelabuhan yang cukup padat. Setiap tahun terjadi peumpukan penumpang dan tidak jarang banyak penumpang yang tidak terangkut akibat tidak kebagian tiket.
Kepala kantor Kessyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, Benny Noviandinudin mengatakan, jumlah penumpang arus mudik tahun ini diprediksi menurun, kisaran 28.512, jauh lebih banyak dibandingkan pada 2015 yang mencapai 52 ribu.
“Yang stay dalam hal ini kita tidak mau beresiko dalam penurunan penumpang kita maksimal 28 ribu ini pulang semua, kita persiapan matang sesuai dengan yang ada sekarang ini. Untuk armada juga pada 2015 lalu ada 20 keberangkatan, tahun ini minimal seperti tahun lalu. Pada H-10 kami akan minta tambahan kapal sekitar H-10 karena pada saat itu akan terjadi lonjakan penumpang,” kata Benny.
Diperkirakan, lonjakan penumpang itu terjadi pada H-10 dan H-2. Hal itu berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat itu juga terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan Sampit.
Terkait dengan masalah tiket kapal, KSOP dan Pelni akan lebih ketat lagi. Lagipula penjualan tiket kapal Pelni dilakukan secara online dengan syarat menunjukkan KTP penumpang. Dipastikan tidak aka nada calo tiket serta permainan dalam penjualan tiket.
“Penjualan tiket tetap dilakukan di loket Kantor Pelni dan travel. Tapi penjualannnya akan tetap sesuai kapasitas kapal dan sangat ketat. Operator Pelni dan BLU tetap akan menggunakan penjualan tiket secara online dan KTP. Nanti pada saat masuk terminal Pelni akan cek kembali KTP kalau tidak sesuai tidak diperbolehkan masuk,” ujar benny.
Sementara itu, Kepala Pelni Cabang Sampit, Lamson mengatakan, angkutan kapal Pelni akan disesuaikan dengan kapasitas kapal tidak boleh lebih. Jika pada 2016 masih ada keringanan, maka tahun ini tidak ada lagi.
“Sesuai kapasitas Kapal Pelni 1.600 tidak boleh lebih. Kalau tahun lalu masih diberikan dispensasi sampai 1.800 orang. Begitu juga untuk BLU hanya boleh mengangkut sekitar 500 penumpang sesuai kapasitasnya,” katanya. (RAFIUDIN/m)
Kotim Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Arus Mudik Lebaran
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Komentar (0)
Memuat komentar…

