BORNEONEWS, Sampit - Di balik penculikan dua orang perempuan yakni Sartika, alias Tika, 22, karyawati PT Toyota Anzon dan Novika Damayanti, alias Novi, 22, karyawan PT Papa Samsu , pada Selasa (10/5/2016), rupanya atas suruhan seorang pria yang mengaku sebagai perwira poliai yang sudah lama naksir korban (Tika).
Pria itu berinisial BW. Dia menjanjikan kepada lima pelaku penculikan yang sudah ditangkap oleh jajaran Resmob Polres Kotim dengan uang Rp10 juta satu orang. Namun uang itu baru akan diberikan setelah mereka mempertemukan dirinya kepada Tika.
Namun apa boleh buat, usaha mereka untuk mendapatkan uang banyak dari BW sia-sia. Bahkan berujung pada pemeriksaan polisi dan mendekam di balik jeruji besi.
“Mereka berlima dijanjikan uang Rp10 juta per satu orang, kalau berhasil membawa Tika bertemu dengan BW. Namun hal itu berhasil digagalkan, dan saat ini kelimanya sudah di sel tahanan Mapolsek Ketapang untuk empat pelaku laki-laki, sedangkan pelaku perempuan di tahanan wanita Polsek Baamang,” ujar seorang polisi yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu (11/5/2016).
Sementara Kapolsek Ketapang Kompol Rio Alexander Panelewen mengatakan, untuk motif sebenarnya dari penculikan itu masih samar-samar dan belum ada kejelasan. Hal itu terjadi karena lima pelaku ini hanyalah suruhan dari seorang pria yang hingga kini belum tertangkap.
“Untuk motif dari penculikan ini masih samar-samar, sehingga sangat susah untuk diketahui kepastian apa yang sebenarnya diinginkan pria itu,” ungkap Rio.
Sedangkan terkait pengakuan dari pria tersebut yang mengatakan bahwa dia adalah perwira polisi berpangkat Iptu, polisi juga sudah melakukan pengecekan di Polda Kalteng. Namun tidak ada nama perwira seperti yang diakuinya. Diduga kuat pria itu adalah polisi gadungan. Tetapi untuk keberadaan lelaki tersebut, kemungkinan besar bukan di Kota Sampit, namun di kabupaten tetangga.
“Saat ini kami masih fokus melakukan pengejaran terhadap tersangka utama, sehingga nantinya bisa terungkap apa motif dari penculikan wanita itu,” kata Rio.
Sementara dalam penculikan tersebut, kedua korban mendapatkan ancaman menggunakan pisau. Untuk korban Tika, dia dibekap hingga pingsan dan beberapa luka gores di dahinya. Bahkan saat menghubungi polisi untuk dijemput, Tika nampak lunglai dan susah berjalan karena kakinya sakit akibat melakukan perlawanan terhadap kelima pelaku penculikan itu.
Sedangkan Novi masih sehat jasmani dan rohani, karena dia hanyalah perantara untuk memancing Tika, agar dapat diculik.
Dari berita sebelumnya, aparat sudah meringkus lima pelaku penculikan, yakni Lilis Ratna Juwita, 22, warga Jl Jeruk 2 Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Andika Eka Putra, 22, Jl Teratai 5 Jalur 5 Ketapang, Hendra, 20, beramat di jalan yang sama, Ebon (26) warga Jl Mentaya Permai I Baamang, dan Dedi Ramadani (20) warga Jl Kapten Mulyono Ketapang. Sehingga hanya satu yang belum tertangkap, yakni pemeran utama dalam aksi itu yang diketahui berinisial BW. (HAMIM/m)
Lima Penculik Mengaku Akan Terima Upah Rp10 Juta Kalau Dapat Tika
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Komentar (0)
Memuat komentar…

