PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua II Komisi C DPRD Palangka Raya Arthur Apriossi Tuwan mengingatkan Pemerintah Kota untuk aktif dan rutin melakukan mitigasi bencana guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya.

Menurut Arthur, Karhutla merupakan ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan masyarakat Palangka Raya, terutama di musim kemarau yang menyebabkan lahan menjadi kering.

Ia menilai Pemko Palangka Raya harus lebih proaktif dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla, baik melalui sosialisasi, patroli, maupun pembuatan sumur bor dan embung.

“Kita tidak mau kejadian tahun lalu terulang lagi, dimana Palangka Raya menjadi salah satu daerah dengan kualitas udara terburuk di dunia akibat Karhutla. Ini sangat merugikan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia yang rentan terkena ISPA,” ujar Arthur, Selasa, 30 Januari 2024.

Arthur juga meminta Pemko Palangka Raya untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan pihak terkait, seperti TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat, dalam upaya mengatasi Karhutla. Ia berharap agar Pemko Palangka Raya dapat memberikan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi.

“Kita harus bersama-sama menjaga Palangka Raya dari Karhutla, karena ini menyangkut masa depan kita semua. Saya berharap Pemko Palangka Raya dapat bertindak cepat dan tegas dalam mengantisipasi Karhutla, sehingga kita dapat menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Palangka Raya,” pungkasnya. (PATHUR/R)