BORNEONEWS, Sampit - Jelang Ramadan serta menghadapi arus mudik lebaran di jalur darat, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur dan Satuan lalulintas Polres Kotim secara tegas melarang truk bak terbuka mengangkut penumpang.

“Kalau ada yang angkut penumpang pakai truk bak terbuka akan langsung ditindak. Tidak ada kebijaksanaan ini menyangkut keselamatan manusia. Truk bukan untuk mengangkut manusia, sesuai aturan dan undang-undang itu tiodak bileh,” tegas Kanit Lulintas Satlantas Polres Kotim, Iptu Supriyono, Rabu (11/5/2016).

Supri mengatakan, pihaknya akan menindak tegas penggunaan kendaraan bak terbuka yang dipakai untuk mengangkut orang. Polisi akan melakukan penahanan fisik kendaraan dan surat-suratnya. Hal itu dalam rangka penegakan hukum terhadap kendaraan bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut manusia semuanya disamaratakan.

Pihaknya tidak ingin kejadian kecelakaan lalulintas truk terbuka yang mengangkut manusia beberapa tahun silam terulang kembali. Sebab, tidak jarang karyawan perusahaan besar swasta (PBS) yang hendak mudik melalui pelabuhan Sampit diangkut menggunakan truk terbuka dari perusahaan ke pelabuhan.

Dengan pengalaman tersebut, pihaknya memberikan peringatan dini, sehingga musibah yang menelan puluhan korban jiwa akibat kecelakaan truk bak terbuka membawa penumpang selama ini dapat dihindari.

Menurutnya, kendaraan terbuka hanya diperbolehkan untuk mengangkut barang dan alat-alat lainnya, sedangkan manusia  jika ingin bepergian sudah disediakan angkutan yang khusus untuk mengangkut mansuia seperti bus, angkot dan lain-lain.

“Tidak hanya truk bak terbuka dilarang mengangkut manusia. Mobil travel juga jangan mengangkut penumpang melebihi kapasitas kendaraan, yang seharusnya tujuh orang diangkut lebih. Manusia bukan barang yang ditumpuk. Risiko kecelakaan pun sangat besar,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dishubkominfo Kotim Fadlian Noor mengatakan akan segera mengirim surat ke perusahaan-perusahaan perkebunan agar tidak mengangkut karyawan menggunakan bak terbuka.

“Yang kami cari bukanlah kesalahan, namun bagaiman caranya memanusiakan manusia,” ucap Fadlian Noor. (RAFIUDIN/m)