BORNEONEWS, Palangka Raya - Karena kekayaan budayanya, Kalimantan Tengah menjadi satu dari dua belas provinsi yang melaksanakan Revitalisasi Bahasa Daerah atau RBD di Indonesia.
"Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, merasa sangat bersyukur. Kami berpijak di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, bumi yang sangat kaya dengan sumber daya alam, bumi yang sangat kaya dengan warna budaya," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis pada Selasa, 30 Januari 2024.
Hal ini disampaikan Muis saat menyampaikan laporan pada pembukaan Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Pakar dalam Implementasi Model Pelindungan Bahasa Daerah pada Selasa, 30 Januari 2024 di Swissbell Hotel Danum.
"Oleh karena kekayaan budayanya itulah Provinsi Kalimantan Tengah menjadi satu dari dua belas provinsi yang tahun ini melaksanakan kegiatan revitalisasi bahasa daerah," tutur Muis lagi.
Di sisi lain, lanjutnya, bangsa Indonesia memiliki 718 bahasa daerah dan tiga perempatnya dituturkan di wilayah Indonesia Timur.
--page
"Ada sekitar 11 bahasa yang saat ini sudah punah. Sungguh sebuah kerugian yang teramat besar," sesalnya.
Dirinya berharap tidak ada lagi bahasa daerah yang punah, apalagi berasal dari Kalteng.
"Karena itulah perlunya tindakan Revitalisasi Bahasa Daerah ini. Program RBD ini, merupakan program yang akan dilaksanakan pada rentang bulan April sampai akhir November 2024 di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah," katanya lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









