SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Nasih apes menimpa seseorang wartawan asal Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bernama Zainal Arifin. Uang senilai puluhan juta di ATM miliknya dibobol oleh seorang wanita.

Zainal mengatakan, kejadian itu berawal saat dirinya kehilangan kartu ATM, sehingga langsung melapor ke bank yang bersangkutan agar segera diblokir.

"Saat saya ketahui bahwa kartu ATM saya hilang, saya langsung melapor ke bank. Saat itu, saya minta kartu ATM baru agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun sekitar sepuluh hari setelahnya, saya dapat notifikasi dari aplikasi banking bahwa ada transaksi penarikan. Saya kaget," kata Zainal, Selasa, 30 Januari 2024.

Selanjutnya, dia kembali ke bank yang berada di Jalan MT Haryono Sampit untuk kembali membuat kartu ATM baru dan memblokir kartu ATM lama yang hilang. Namun setelah tiga kali berganti kartu ATM, justru uang di rekeningnya selalu berkurang.

"Januari ini saya mau menarik uang dua ratus ribu rupiah, namun saya kaget uang sebesar Rp20.800.000 saya ludes di rekening," ungkapnya.

--page

Dia melanjutkan, saat dicek, ternyata banyak transaksi penarikan dari rekeningnya. Saat itu juga, dia berkoordinasi dengan pihak bank dan diketahui bahwa wanita yang tak dikenal telah mengambil uang di rekeningnya di dua tempat penarikan uang berbeda, yaitu di Jalan Sawit Raya dan Betang Raya.

"Saya berkoordinasi dengan pihak bank dan mendatangi tempat penarikan uang itu, selalu saya mendapatkan bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang wanita memakai helm menarik uang," ungkapnya.

Totalnya, sambung dia, ada 22 kali transaksi penarikan uang dari rekeningnya. Atas kejadian itu, dirinya mempertanyakan kerugian yang dialami kepada pihak bank lantaran mestinya rekeningnya telah diblokir.

Saat ini, dirinya telah melaporkan kejadian yang menimpa itu ke SPKT Polres Kotawaringin Timur.  Yang ia sesalkan adalah uang di rekeningnya itu adalah uang redaksi perusahaan media tempat ia bekerja.

"Kejadian ini sudah saya laporan kepada pihak kepolisian dan saya telah membuat laporan untuk mengusut tuntas kasus ini," demikian dia menyampaikan. (BUDDI RAHMAT H/Y)