BORNEONEWS, Palangka Raya - Tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya, semua kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah di bawah komando Pemprov Kalteng dan Balai Bahasa Provinsi Kalteng terlibat dalam revitalisasi yang difokuskan kepada delapan bahasa daerah.
"Tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya, semua kabupaten dan kota terlibat dalam revitalisasi yang difokuskan kepada delapan bahasa," kata Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia atau KSDM, Suhaemi pada Selasa, 30 Januari 2024.
Hal ini disampaikan Suhaemi saat mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Nuryakin membuka Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Pakar dalam Implementasi Model Pelindungan Bahasa Daerah di Palangka Raya pada Selasa, 30 Januari 2024.
"Kedelapan bahasa daerah tersebut ialah bahasa Dayak Ngaju, bahasa Maanyan, bahasa Ot Danum, Melayu dialek Kotawaringin, Dayak Siang, Dayak Bakumpai, Dayak Katingan, dan Sampit," tutur Suhaemi lagi.
Beberapa bahasa yang telah direvitalisasi tahun lalu, lanjutnya, tahun ini direvitalisasi kembali agar proses itu berkelanjutan.
--page
"Penambahan bahasa-bahasa baru dimaksudkan untuk mengamplifikasi dan mendiversifikasi bahasa dan daerah sasaran," bebernya.
Dengan demikian, lanjutnya, dampak yang diharapkan akan menjadi lebih luas. "Kita semua berusaha semaksimal mungkin agar budaya kita, budaya Dayak, termasuk bahasa-bahasa Dayak, tidak hilang begitu saja, tetapi terlindungi, terlestarikan, agar lebih kuat dan bermanfaat," tutur Suhaemi. (TESTI PRISCILLA/Y)









