BORNEONEWS, Tamiang Layang - Petani di Kabupaten Barito Timur akan menerima program optimasi lahan rawa dari pemerintah pusat dengan total luas 1.500 hektare. Optimasi lahan rawa menjadi persawahan produktif guna mengamankan serta meningkatkan produksi pangan khususnya beras ini tersebar di beberapa kecamatan.
"Tahun 2024 ini akan ada program optimasi lahan rawa di beberapa kecamatan dengan total luas 1.500 hektare. Program ini dari pemerintah pusat," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barito Timur, Lurikto, Rabu, 31 Januari 2024.
Dia menjelaskan, dengan optimasi lahan rawa nanti, indeks pertanaman lahan sawah rawa yang biasanya 1 kali setahun, bisa ditingkatkan menjadi 2 kali.
"Jadi panennya juga bisa meningkat karena petani bisa menanam lebih dari sekali dalam setahun," terangnya.
Lurikto juga mengungkapkan, pada musim tanam Oktober-Maret atau Okmar kali ini, pihaknya menargetkan total luas tanam padi sawah irigasi, sawah tadah hujan dan padi lahan kering mencapai 5.000 hektare.
--page
"Untuk musim tanam Okmar kita menargetkan luas tanam sebanyak 5.000 hektare termasuk padi sawah irigasi, sawah tadah hujan dan padi lahan kering," katanya.
Untuk mencapai target luas tanam tersebut, Lurikto mengaku telah memberikan arahan kepada petugas teknis dari bidang masing-masing dan penyuluh agar menindaklanjuti dan mendampingi para petani atau kelompok tani.
"Karena dengan pendampingan kita dapat memberikan beberapa catatan teknis untuk peningkatan luas tanam, produksi, termasuk solusi saat petani menghadapi masalah," jelasnya. (BOLE MALO/j)









