BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga Desa Pulau Telo, Kecamatan Selat kembali berharap kepada pemerintah agar mendirikan Sekolah Dasar Negeri (SDN).
Desa Pulau Telo sendiri yang wilayahnya terbagi karena dimekarkan jadi Desa Pulau Telo Baru. Sehingga sarana pendidikan masuk ke wilayah tersebut.
”Dengan adanya Desa Pulau Telo Baru yang merupakan pemecahan dari wilayah Desa Pulau Telo dengan batas dari wilayah yang ada Sekolah Dasar, kemudian pada wilayah yang lain yaitu perumahan Pulau Telo yang juga ada SD nya, masuk menjadi wilayah baru Kelurahan Selat Barat. Maka akhirnya kita tidak memilki SD lagi,” kata Kepala Desa Pulau Telo, Muhammad Iwu Iyansyah, Kamis, 1 Februari 2024.
Kalau SMP sudah ada, karena wilayah SMP Negeri 2 Selat termasuk di dalam lingkungan wilayahnya, setelah penetapan batas wilayah desa ditetapkan.
"Anak anak di desa kita, bersekolah jauh di Kelurahan Selat Dalam dan Desa Pulau Telo Baru maupun di Selat Barat yang merupakan wilayah pemekaran," ucapnya.
Lalu, Desa Pulau Telo sudah menyiapkan satu lahan yang berada di Gang Sukun wilayah RT 4 desanya. Tinggal pembanguan gedung saja lagi.
"Semoga ini akan menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Korwil Pendidikan Kecamatan Selat dan juga tentunya anggota DPRD Kapuas," ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Aswan mengatakan prosesnya tentu akan ada study kelayakan atau semacam peninjauan lapangan dengan memperhatikan berbagai aspek.
"Seperti adanya TK di sekitar yang nantinya akan melanjutkan ke SD, kemudian juga jarak dari sekolah SD terdekat lalu kesinambungan atau berkelanjutan dari sekolah dan jumlah siswa, serta pertimbangan lainnya," tuturnya.
--page
Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kapuas, Jefri menambahkan kalau terkait pembangunan SD Negeri baru itu, selain jarak jangan kurang dari 3 KM, kecuali berseberangan sungai.
"Tidak kalah penting perlu diperhatikan pula status kepemilikan tanah agar tidak terjadi masalah. Faktor terus berkelanjutan tidak menjadi banguan mangkrak akibat murid berkurang atau sudah tidak ada siswa lagi juga menjadi faktor," jelasnya. (DODI/R)








