BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro menjelaskan penyebab inflasi Januari 2024 secara Year on Year di Kalteng yang mencapai 3,40 persen.
"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran," kata Eko saat menyampaikan Berita Resmi Statistik pada Kamis, 1 Februari 2024 siang.
Kelompok pengeluaran ini menurut Eko antara lain kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,05 persen, kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,31 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,30 persen.
"Selain itu ada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,40 persen, juga kelompok kesehatan sebesar 1,79 persen," katanya.
Kelompok lainnya juga, lanjut Eko, ialah kelompok transportasi sebesar 1,10 persen, lalu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang menyumbang sebesar 3,72 persen.
--page
"Ada juga kelompok pendidikan sebesar 2,55 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,61 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,16 persen," bebernya.
"Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks ada juga, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,11 persen," jelas Eko lagi.
Selain itu, katanya, tingkat inflasi month to month dan tingkat inflasi year to date Provinsi Kalimantan Tengah bulan Januari 2024 masing-masing sebesar 0,20 persen. (TESTI PRISCILLA/j)









