BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Januari 2024 Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year on year sebesar 7,05 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 102,12 pada Januari 2023 menjadi 109,32 pada Januari 2024.
Hal ini dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro menyampaikan rilis Berita Resmi Statistik pada Kamis, 1 Februari 2024.
"Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok makanan sebesar 7,32 persen dan terendah yaitu subkelompok minuman tidak beralkohol sebesar 4,09 persen," kata Eko yang menyampaikan rilis bersama Sekda Provinsi Kalteng, H Nuryakin.
Kelompok ini pada Januari 2024 menurut Eko memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 2,66 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu daging
ayam ras sebesar 0,56 persen, beras 0,54 persen, Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,21 persen, ikan gabus sebesar 0,17 persen, ikan nila sebesar 0,14 persen, gula pasir dan bawang putih masing-masing sebesar 0,12 persen, tomat sebesar 0,11 persen, udang basah sebesar 0,08 persen, ikan saluang sebesar 0,07 persen, Sigaret Kretek Tangan (SKT) sebesar 0,06 persen, biskuit dan ikan asin sepat sebesar 0,05 persen, serta ikan patin, susu bubuk, dan makanan ringan sebesar 0,04 persen.
--page
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan deflasi y-on-y, lanjut Eko, yaitu minyak goreng sebesar 0,06 persen, bawang merah dan ikan papuyu masing-masing sebesar 0,04 persen, telur ayam ras 0,03 persen, ikan tongkol/ambu-ambu dan ikan baung sebesar 0,02 persen, daging babi, ikan layang/ikan benggol, daun singkong, ikan sepat siam, tahu mentah, dan ikan selar/ikan tude sebesar 0,01 persen.
"Kelompok ini juga pada Januari 2024 memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m sebesar 0,30 persen," terangnya.
Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi m-to-m, yaitu daging ayam ras sebesar 0,20 persen, tomat sebesar 0,10 persen, ikan gabus sebesar 0,06 persen, bawang merah sebesar 0,05 persen, ikan patin, terong dan ikan nila sebesar 0,03 persen, dan bawang putih, gula pasir, ikan baung, udang basah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), wortel, Sigaret Kretek Tangan (SKT), ikan asin sepat, ikan saluang, dan rempela hati ayam sebesar 0,01 persen.
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, yaitu cabai rawit sebesar 0,16 persen, ikan peda sebesar 0,06 persen, ikan papuyu, kangkung, ikan selar/ikan tude, cabai merah, beras, jagung manis, daun singkong, buncis, ikan layang/benggol, minyak goreng, dan buah naga sebesar 0,01 persen. (TESTI PRISCILLA/Y)









