TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Meski sempat terancam kekeringan pada awal pertumbuhan tanaman, petani di Desa Runggu Raya Kabupaten Barito Timur masih bisa menikmati hasil panen hingga 7,79 ton jagung pakan pipilan basah per hektare.

Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP Kecamatan Paku Hariani setelah melakukan pengubinan jagung pada Kelompok Tani Harapan Jari di desa tersebut, Jumat, 2 Februari 2024.

Pengubinan merupakan metode cepat memprediksi jumlah produksi jagung melalui penentuan sampel, pengukuran dan penimbangan.

"Walau tanaman jagung sempat mengalami kekeringan musim kemarau di masa tanaman masih muda tapi hasil produksi tetap memuaskan 7,79 ton pipilan kering per hektare," kata Hariani.

Adapun varietas jagung yang ditanam yaitu NK 212. Varietas jagung ini memiliki keunggulan umur panen relatif cepat, mampu beradaptasi di berbagai kondisi lahan dan potensi hasil dapat mencapai 10 ton pipilan kering.

--page

"Dari 7,79 ton per hektare pipilan basah itu bisa didapatkan sekitar 4 ton jagung pipilan kering dengan harga jual Rp6.000 per kilogram di tingkat petani," ungkapnya.

Dengan hitungan itu, diperkirakan petani masih bisa meraih hasil penjualan sebesar Rp24 juta dari setiap hektare hasil panen jagung.

Menurut Hariani, tanaman jagung pakan sangat potensial untuk dikembangkan karena permintaan pasar yang tinggi sehingga petani tidak kesulitan menjual hasil panen.

"Peluang sangat bagus, hasil panen jagung bisa dijual ke pengepul atau pengusaha peternak ayam petelur yang ada di Kecamatan Paku. Pada musim tanam Okmar (Oktober-Maret) ini total luas tanam jagung di Kecamatan Paku mencapai 70 hektare," paparnya. (BOLE MALO/j)