SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Himpunan Ahli Tehnik Hidraulik Indonesia (HATHI) Kalimantan Tengah (Kalteng) berkomitmen menjaga air untuk anak cucu dengan menanam 100 pohon di sepanjang Ring Drain Luar Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Penanaman pohon ini dalam rangka memperingati HUT ke-43 HATHI yang jatuh pada 20 Januari. Kami menanam pohon berkolaborasi dengan pemerintah daerah," kata Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II sekaligus Ketua HATHI Kalteng Ferry Syahrizal, Jumat, 2 Februari 2024.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kotim Halikinnor, Wakil Bupati Irawati, Sekretaris Daerah Fajrurrahman dan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Mentana Dhinar Tristama.

Pihaknya memilih daerah tersebut untuk penanaman pohon karena merupakan daerah baru yang dalam proses penataan dan telah dibangun drainase.

Drainase yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Sampit tersebut diharapkan tidak hanya memiliki 1 fungsi untuk memperlancar aliran air. Tetapi juga dilakukan penghijauan dan dibangun joging track.

--page

"Penghijauan sangat penting untuk sustainable air harus sampai anak cucu kita salah satunya dengan menanam pohon sebagai tempat penyimpanan air di dalam tanah di samping itu juga untuk keindahan," ujarnya.

Sebanyak 100 pohon tersebut berjenis palem dengan tinggi 3 meter. Jenis pohon palem dipilih karena memiliki akar serabut yang tidak merusak infrastruktur.

Selain di Kotim, HATHI juga menanam pohon hampir di seluruh wilayah Kalteng di antaranya Pangkalan Bun dan Sukamara.

Ferry mengajak masyarakat turut menanam pohon karena gerakan ini bukan hanya tugas pemerintah. Jika masyarakat menjalankan satu orang menanam satu pohon, maka sumber daya air akan bagus dan hutan semakin hijau.

"Atau paling tidak sebagaimana dikatakan Bupati Kotim agar masyarakat membantu merawat yang telah ditanam," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)