BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pical, 17, warga Gang Walut 5, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), harus merasakan bogem mentah berkali-kali akibat dikeroyok beberapa orang di Barakan, Komplek Beringin Rindang, Desa Pasir Panjang, Rabu (10/5/2016) dinihari.

Akibat pengeroyokan itu, bagian mata kanan korban lebam dan pendarahan bagian mata. Sementara darah segar terus mengucur dari hidung korban.

Saat disambangi dirumahnya, Pical menceritakan pada saat kejadian korban menginap di rumah kawannya di Barakan, Komplek Beringin Rindang. Sekitar pukul 00.00 Wib pada saat tidur pintu barakan digedor, korban yang terkejut segera membuka pintu barakan, tanpa bertanya korban langsung dipukuli ditendang dan diseret.

Merasa kesakitan, korban segera lari dan para pengeroyok itu pun segera kabur menggunakan kendaraan bermotor. Namun rekan korban mengenali seorang pelaku pengeroyokan yang merupakan warga Kumai. 

"Saat pintu saya buka mereka langsung memukuli dan menendang saya. Saya tidak mengenal satupun di antara mereka, tapi kawan saya kenal kalau yang memukuli saya adalah warga Kumai, mereka semuanya orang berlima tapi saya tidak tahu berapa orang yang memukuli saya," tutur Pical, Kamis (12/5/2016).

Kakak Korban Ditabrak Pelaku Pengeroyokan 

Merasa sudah mengetahui pelaku adalah warga Kumai, kakak Korban, Inawati, 22, mendatangi rumah seseorang yang diduga memukuli korban. Namun bukannya mendapat sambutan baik, seorang pelaku justru menantang dengan mengatakan ia tidak takut satu truk polisi pun yang datang, malang bagi Inawati pelaku pun menabrak menggunakan kendaraan roda dua hingga Inawati jatuh terduduk.

" Kakak saya pun ditabrak oleh salah satu pelaku pengeroyokan, sampai kakinya mengalami cidera," beber Pical.

Sementara itu, Inawati menjelaskan, sebenarnya kedatangan mereka menemui pelaku adalah untuk menanyakan apakah benar mereka ini yang melakukan pengeroyokan. "Tetapi tidak ada itikad baik malah saya yang ditabrak, bahkan menantang saya silahkan laporkan satu truk polisi pun saya tidak takut," ungkap Inawati.

Rencananya, Inawati dan Pical hari ini, Kamis (12/5/2016) akan melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polres Kobar untuk ditindaklanjuti. (KOKO SULISTYO/m)