SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Masjid Al Kautsar di Jalan Kaca Piring Barat, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dibangun swadaya oleh masyarakat selama 5 tahun.

"Pembangunan kami mulai tahun 2019 sampai saat ini masih tahap penyelesaian karena kami Lembaga Dakwah Indonesia (LDII) mengutamakan biaya mandiri," kata Takmir Masjid dan Pimpinan Cabang LDII Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Harianto, Minggu, 4 Februari 2024.

Pembangunan tersebut memerlukan waktu lama karena keterbatasan anggaran. Proses pembangunan sempat terhenti dan kembali dilanjutkan saat dana swadaya terkumpul lagi.

Bahkan hingga diresmikan Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor pada Minggu, 4 Februari 2024, pembangunan masih mencapai 80 persen dan akan terus berlanjut.

Selama 5 tahun pembangunan, Masjid berdinding luar berwarna putih tersebut menelan anggaran Rp 500 juta. Saat peresmian pun Halikinnor menyerahkan sumbangan uang tunai secara pribadi dan meminta takmir masjid mengajukan proposal kepada pemerintah daerah agar diberikan bantuan Rp 200 juta untuk keberlanjutan bangunan.

--page

Harianto mengatakan, ke depan pihaknya akan melengkapi sejumlah fasilitas masjid seperti kamar mandi, tempat wudhu dan plafon serta fasilitas lainnya.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah. Akan kami salurkan dengan amanah kita akan lanjutkan pembangun lanjutan," imbuhnya.

Meski masih tahap pembangunan, aktivitas di Masjid Al Kautsar sudah berjalan. Masyarakat sudah menggelar salat lima waktu bahkan 2 tahun terakhir telah mendirikan salat tarawih di tempat ibadah ini.

"Senin sampai Jumat ada TPA anak kecil dan orang tua saat malam hari dua kali seminggu setelah Maghrib sampai Isya," ujarnya.

Harianto juga menegaskan, Masjid Al Kautsar akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk seluruh masyarakat muslim tidak hanya warga LDII. (DEWI PATMALASARI/Y)