PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Program Pelayanan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS Arfie Thahar mengatakan, terdapat beberapa kriteria penilaian proposal oleh Komite Litbang dalam Grant Riset Sawit.

Hal ini disampaikan Arfie juga dalam Kegiatan Webinar Call for Proposal Grant Riset Sawit 2024 yang bertujuan sebagai sarana penyebaran informasi bahwa Program Grant Riset Sawit telah dibuka kembali oleh BPDPKS untuk menjaring usulan riset sawit dari Lembaga Litbang seluruh Indonesia.

"Terdapat beberapa kriteria penilaian proposal oleh Komite Litbang yaitu pernyataan masalah, analisis kesenjangan atau ketepatan pendekatan analitik/teknik, program dan kegiatan riset serta dan hasil dan manfaat yang memiliki bobot tertinggi dari semua kriteria penilaian," kata Arfie dalam rilis pada Senin, 5 Februari 2024.

BPDPKS, lanjutnya, mengedepankan aspek manfaat berlandaskan hasil ilmiah agar para pemangku kepentingan sawit di berbagai sektor (pemerintah, swasta, industri, asosiasi dan rakyat) dapat memanfaatkan hasil riset program ini.

"BPDPKS berharap hasil webinar ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan peserta tentang kelapa sawit dan pentingnya kegiatan riset," harap Arfie lagi.

--page

Dirinya juga berharap para calon pengusul mendapatkan informasi yang diperlukan sehingga akan didapatkan usulan-usulan riset yang berkualitas sesuai target.

"Ini demi menjawab kebutuhan industri sawit guna mendukung sustainable palm oil dalam menjawab tantangan-tantangan dalam kebijakan internasional terhadap kelapa sawit," bebernya. (TESTI PRISCILLA/H)