PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng Rizky R Badjuri mengatakan forum diskusi Perkebunan Sawit Pasca-UUCK di Swiss-Belhotel Danum, Palangka Raya, Senin, 5 Februari 2024 merupakan bagian dari tahapan koordinasi terhadap penyelesaian konflik perkebunan kelapa sawit yang terjadi di Kalteng.

"Kami kan masih mencari solusi, kalau solusi sudah ada, masyarakat bisa sejahtera lalu perusahaan bisa berinvestasi dengan nyaman di Kalteng, tentu tidak ada dirugikan," katanya, Senin, 5 Februari 2024. 

Dia menyebut secara persuasif kini pihaknya masih mencari langkah solusi terbaik bagi konflik-konflik yang ada. 

Ia mengakui bahwa masih banyak konflik agraria di sektor perkebunan yang terjadi di Kalteng. Ke depan tentu ada arahan dan Gubernur dan Kapolda untuk membuat dunia investasi tetap berjalan. 

"Mudah-mudahan ini menjadi hal yang baik untuk penyelesaian konflik, yang penting konfliknya dulu selesai," ucapnya.

Menanggapi maraknya fenomena penjarahan, dirinya menyebut adanya fenomena ini tentu tidak akan terjadi jika masyarakat sejahtera. 

Maka dari itu, pihaknya mendorong agar realisasi plasma oleh korporasi bisa terlaksana. Sudah ada 21 perusahaan yang melaksanakan plasma tersebut. 

--page

"Kami melihat dengan realistis, perusahaan dan masyarakat, tetapi kalau memang perusahaan sudah memberikan dengan pola yang lain, kami edukasi kepada masyarakat bahwa itu sudah, tapi kalau belum, memang perusahaan yang berdiri di bawah 2007 tidak wajib," jelasnya.  (MARINI/R)