BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Komisariat Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, turut melaporkan Komisioner KPK, Thoni Saut Situmorang ke polisi. Hal ini tertuang dalam tiga poin tuntutan yang disampaikan HMI dalam aksi damai di Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun, Kamis, (12/5/2016). Mereka mengancam terus berdemo sampai tuntutan dipenuhi. Untuk itu, anak-anak muda ini melaporkan pencemaran nama baik HMI itu ke Polres Kobar.

"Aksi ini dilakukan berdasarkan instruksi dari PB HMI yang memerintahkan cabang dan komisariat HMI melaporkan komisioner KPK, Saut Situmorang," tegas Ketua HMI Komisariat Pangkalan Bun, Agus.

Agus menilai pernyataan Saut: orang yang baik di negara ini mas..menjadi jahat ketika sudah menjabat, lihat aja lagi tokoh-tokoh politik itu orang pintar semuanya, orang cerdas itu saya selalu bilang kalo HMI minimal LK-1,,iya kan? Lulus itu,,yang anak-anak mahasiswa itu, pintar !! Tetapi ketika dia menjabat jadi jahat, curang, greedy (serakah) ini karena apa,,???

"Pernyataan itu terkesan menggenalisir dan sangat tendensius seolah-olah HMI adalah organisasi mahasiswa pencetak koruptor di negeri ini. Komisioner KPK itu sudah gagal memahami sejarah bangsa ini," tegas Agus.

Adapun yang menjadi tuntutan HMI salah satunya meminta Mabes Polri, dewan etik KPK dan penasehat KPK memproses laporan HMI terhadap saudara Thoni Saut Situmorang.

Dari pantauan Borneonews aksi protes HMI yang merupakan civitas akademika Untama tersebut berjumlah sekitar 20 orang, mereka melakukan orasi mengutuk pernyataan komisioner KPU Saut Situmorang itu. Aksi tersebut juga diwarnai aksi teatrikal. (KOKO SULISTYO/N)