BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappendalitbang) Kalteng melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemetaan (Mapping) Rencana Kerja dan Penandaan (Tagging) Anggaran Stunting.
Kepala Bappedalitbang Kalteng, Leonard S Ampung menyampaikan peran penting mapping tagging anggaran untuk pembiayaan penanganan stunting.
“Output dari rakor ini adalah berapa biaya yang sudah dikeluarkan oleh Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait terhadap stunting di Kalteng,” ungkapnya saat rangkaian rakor di Aula Bappedalitbang Kalteng, Selasa, 6 Februari 2024.
Sebagai informasi, prevalensi stunting secara nasional terus mengalami penurunan setiap tahunnya hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 2,8 persen dibandingkan dengan 2021.
Kemudian, angka stunting tahun 2022 turun dari 24,4 persen (tahun 2021) menjadi 21,6 persen (tahun 2022), kemudian pada tahun dapat mencapai 14 persen di tahun 2024.
--page
Sebagai langkah untuk mencapai target yang telah ditentukan, dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas lintas sektor dengan berbagai program yang dapat menyentuh secara langsung pada kelompok sasaran. (HERMAWAN DP/R)








