BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepolisian Resor Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menegaskan seluruh personelnya menjunjung tinggi netralitas pada pemilihan umum (pemilu) yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 nanti.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polresta Palangka Raya, Kompol Ganda B. Napitupulu, di Palangka Raya, Selasa, 6 Februari 2024, mengatakan bahwa seluruh personelnya agar terus menjaga dan menjunjung tinggi netralitas sebagai anggota Polri selama Pemilu 2024.
"Bapak Kapolri mengatensi kepada seluruh jajaran agar dapat menjaga dan menjunjung tinggi netralitas dalam penyelenggaraan Pemilu 2024, termasuk juga selama melaksanakan tugas pengamanan pada seluruh tahapannya," kata Ganda saat memimpin apel rutin di halaman Mapolresta Palangka Raya.
Kabag Ops Polresta Palangka Raya menjelaskan, atensi Kapolri tersebut berdasarkan aturan yang ditegaskan pada Pasal 28 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Berdasarkan pasal tersebut, maka ditegaskan bahwa setiap anggota Polri wajib bersikap netral dalam kehidupan politik baik itu pada keseharian maupun saat berdinas serta tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis.
--page
"Termasuk juga dalam bermedia sosial pada era modernisasi teknologi dan informasi saat ini, kami semua dilarang keras untuk mengunggah atau bahkan ikut campur terhadap hal-hal yang mengandung unsur politik," bebernya.
Terkait hal tersebut, Ganda pun mengungkapkan kepada seluruh personel Polresta Palangka Raya agar senantiasa cermat dan berhati-hati saat bertindak maupun berperilaku guna menghindari pelanggaran terkait netralitas Polri.
Bahkan ia juga mengajak seluruh personelnya, senantiasa cermat dan bijak dalam bertindak serta berperilaku baik itu saat bertugas maupun kehidupan sehari-hari, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap netralitas Polri dalam penyelenggaraan pemilu saat ini.
"Jangan sampai akibat perbuatan yang tidak disengaja atau bahkan di sengaja akhirnya mengakibatkan munculnya anggapan bahwa kita tidak netral dalam pemilu, yang tentunya hal tersebut akan merusak nama baik dan citra institusi Polri," demikian Ganda.
ANTARA









