BORNEONEWS, Muara Teweh - Rusaknya bagian sisi kiri jalan nasional di KM 2 Muara Teweh-Kelurahan Jingah dikeluhkan banyak pengendara, termasuk juga para siswa SMAN 2 Muara Teweh. Sejumlah siswa SMAN 2 geram dan merasa khawatir apabila melintasi jalan tersebut. Mereka mengancam membuat portal di jalan tersebut.

Pasalnya pada sisi kiri jalan itu terdapat lobang yang cukup besar yang rawan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Pengendara roda dua yang tak sengaja melintas bisa terperosok ke dalam lubang itu. Begitu pula kendaraan roda empat atau mobil angkutan yang terperosok bisa mengakibatkan kendaraan terbalik.

Siswa SMAN 2 Muara Teweh pun meminta agar  lubang di jalan itu segera ditutup dengan cara menimbunnya, baik oleh pemerintah maupun dari pihak swasta yang angkutan-angkutan dengan beban beratnya melalui jalan tersebut. Jika tidak ada perhatian, maka dikhawatirkan kerusakan semakin bertambah parah. Jangan salahkan jika para siswa SMAN 2 turun melakukan pemortalan terhadap jalan nasional tersebut.

Kepala SMAN 2 Muara Teweh Jhon Setiawan mengatakan, memang untuk siswa-siswinya yang tingal di kota Muara Teweh untuk berangkat ke SMAN 2 Muara Teweh, banyak yang menggunakan kendaraan roda dua. Kerusakan pada sisi kiri jalan turunan itu dikhawatirkan dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang bukan tidak mungkin dapat merengut korban jiwa.

“Harapan kita ada penanganan terhadap jalan itu. Selain warga, memang banyak siswa atau siswi kami yang berangkat dan pulang sekolah melalui jalan itu. Jadi diharapkan jalan itu mendapat penanganan secepatnya,” ujar Kepala SMAN 2 Muara Teweh.

Ia mengatakan, jika pemerintah yang melakukan penanganan terhadap jalan itu, maka bisa cukup memakan waktu karena tentunya ada prosesnya. Untuk itu, kata dia, diharapkan ada peran pihak swasta menimbun jalan lintas provinsi itu dengan menggunakan tanah okes, karena untuk truk-truk angkutan material tanah dan pasir juga sering memanfaatkan jalan itu.

“Kalau bisa dari pihak swasta seperti pengusaha galian C yang menangani jalan itu sementara, agar lubang besar dan dalam itu dapat cepat ditutup, sebab untuk penimbunan itu paling hanya membutukan dua atau tiga ret tanah okes dan ini juga untuk kepentingan kita bersama,” ujar Jhon.

Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Helma Nuari Fernando bersama Taufik Nugraha juga mengharapkan agar jalan itu segera mendapat penanganan. Penanganan jalan tersebut yakni berupa pelebaran dan pembuatan parit (drainase). Sebab kerusakan yang ada saat ini karena tanah di sisi jalan terkikis air hujan hingga menimbulkan lubang pada bagian sisi jalan.

“Pada jalan itu perlu dibuat parit untuk aliran air hujan, lubang yang ada saat ini karena tanahnya terkikis air hujan,” kata Fernando dan Taupik Nugraha.

Mereka juga meminta UPTD Dinas PU Provinsi Kalteng untuk memperhatikan perawatan jalan provinsi di daerah ini. Dalam artian jika ada hal seperti ini agar dapat secepatnya dilakukan penanganan, hingga tidak sampai menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Melalui UPTD Dinas PU Provinsi Kalteng, kita harapkan lobang yang cukup dalam pada sisi kiri jalan Muara Teweh menuju Kelurahan Jingan tersebut segera medapat perbaikan. Karena jalan itu membahayakan armada angkutan baik yang membawa penumpang ataupun orang, apalagi jalan itu dilintasi juga oleh anak-anak sekolah,” ujar mereka. (RAMADANI/m)