KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong memberikan sejumlah arahan kepada perangkat daerah di kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) rencana kerja perangkat daerah (RKPD) Kabupaten Gunung Mas tahun 2025 tingkat kecamatan yang dilaksanakan di Kecamatan Kurun, Rabu, 7 Februari 2024.

"Pada kegiatan ini ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita bersama dalam rangka melaksanakan arahan kebijakan, pertama saya minta fokus pada kegiatan yang relevan dengan pencapaian dari target utama pembangunan daerah kita," minta Jaya, Rabu, 7 Februari 2024.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh kita secara menyeluruh dan S.M.A.R.T, apakah itu sudah spesifik, apakah itu dapat diukur, apakah itu dapat dicapai, apakah itu relevan, apakah dapat tercapai tepat waktu.

Kemudian, kegiatan pembangunan haruslah berdasarkan pada data dan informasi yang baik serta lokasi yang jelas. Data dan informasi tersebut adalah data informasi keadaan sekarang baik di keadaan masalah di lapangan maupun faktor luar yang mempengaruhinya

"Untuk penyediaan dan penataan air bersih dan sanitasi layak, prioritaskan terlebih dahulu daerah yang merupakan lokus stunting, kemudian validasikan terkait keberlangsungan pelayanan air bersihnya agar tidak hanya operasional saty tahun dan tidak berkelanjutan," pinta Jaya. 

Untuk peningkatan jalan perdesaan kata Jaya, prioritaskan yang bersifat kewilayahan, pusat pelayanan maupun perekonomian. 

Sedangkan untuk pembangunan pendidikan dan kesehatan, Bupati Gunung Mas itu minta utamakan sektor yang bersifat tuntas secara holistik sesuai data informasi yang berkesesuaian. 

Untuk perekonomian, utamakan usulan yang mendukung pengembangan produk unggulan daerah di wilayah Kecamatan tertentu. 

--page

Untuk membangkitkan partisipasi tenaga kerja, utamakan kompetensi kewirausahaan yang merupakan usaha yang berkembang dan diperlukan pada kondisi sekarang, jangan melakukan kompetensi yang tidak berkelanjutan. 

"Selain itu, dalam hal pemberdayaan masyarakat, fokuskan pada menambah daya saing dan daya upaya bagi desa untuk dapat mengembangkan potensi desa, mencari pendapatan desa, maupun dalam optimalisasi APBDes," tukasnya. (RISKA YULYANA/R)