BORNEONEWS, Palangka Raya - Saat ini ada sejumlah fasilitas pendidikan yang rusak, terutama di wilayah perusahaan. Keterbatasan dana yang dimiliki membuat pemerintah daerah belum mampu menangani semua kerusakan tersebut.
Hal ini karena perbaikan setiap tahunnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah sedang menginventarisasi fasilitas pendidikan yang rusak, seperti bangunan sekolah dan rumah dinas guru.
"Pendataan dilakukan terhadap fasilitas pendidikan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Dana daerah kan terbatas, makanya kami akan meminta bantuan perusahaan melalui program CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) untuk membantu perbaikan sekolah, rumah dinas guru dan sarana lainnya," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, saat melakukan konferensi pers, Rabu, 7 Februari 2024.
Dirinya menyatakan bahwa hal tersebut sedang dipetakan kondisi dan sebaran fasilitas pendidikan yang rusak dan perlu segera diperbaiki.
"Untuk fasilitas pendidikan yang berada dekat perusahaan, diharapkan dibantu penanganannya oleh perusahaan," harapnya.
Dirinya menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pembangunan di bidang infrastruktur pendidikan dan bahkan sering turun ke lapangan untuk memantau langsung kondisi infrastruktur pendidikan.
"Fasilitas pendidikan ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan kami pun juga telah selalu memantau di aplikasi Pena Berkah, yang dimana tiap sekolah wajib melaporkan perkembangan sekolahnya melalui aplikasi yang kami sediakan," tandasnya. (MARINI/R)









