BORNEONEWS, Palangka Raya - Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia atau APOLIN memproyeksikan bahwa nilai ekspor produk oleokimia Indonesia dapat mencapai US$ 54 miliar pada tahun 2030.
Hal ini disampaikan melalui rilis Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Rabu, 7 Februari 2024.
"Dengan peningkatan ini diharapkan dapat didorong oleh perkembangan hilirisasi industri sawit di Indonesia," kata Sekretaris Jenderal APOLIN, Rapolo Hutabarat dalam rilis tersebut.
Rapolo menyatakan peningkatan nilai ekspor oleokimia ini akan didorong oleh permintaan yang beragam dari industri kosmetik, makanan-minuman, hingga farmasi.
"Perkiraan nilai pasar oleokimia pada tahun 2030 diperkirakan mencapai USD5,4 miliar, dengan pertumbuhan sekitar 6 persen setiap tahun," tuturnya.
Namun ia juga mencatat bahwa nilai ekspor oleokimia pada tahun sebelumnya mengalami penurunan akibat anjloknya nilai komoditas dunia sebesar USD3,5 miliar, dengan volume diperkirakan mencapai 4,2 juta ton.(TESTI PRISCILLA/R)









