BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyediakan tiga tahapan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di tahun 2024.
"Bagi yang berminat kami sarankan segera mendaftar, karena kuota terbatas dan diseleksi," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotim Johny Tangkere di Sampit, Kamis, 8 Februari 2024.
Ia menyampaikan, pendaftaran pelatihan berbasis kompetensi (PBK) 2024 dibagi dalam dua tahap. Pendaftaran PBK tahap satu dimulai 5 sampai 23 Februari 2024, kemudian seleksi tertulis dan wawancara 26-28 Februari 2024, pengumuman dan daftar ulang 29 Februari 2024, dan pembukaan pelatihan 1 Maret 2024.
Tahap pertama meliputi dua kejuruan dan program pelatihan, yakni teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang terdiri atas pelatihan operator komputer muda dan desain grafis muda masing-masing 260 jam pelatihan (JP) atau 33 hari kerja, dimulai 4 Maret - 30 April 2024. Sedangkan pelatihan pembuatan roti dan kue kering 180 JP atau 23 hari kerja, dimulai 4 Maret - 16 April 2024.
Selanjutnya, PBK tahap II belum diumumkan waktu pendaftaran. Kendati demikian, kejuruan dan program pelatihan pada PBK tahap II diketahui yakni menjahit, teknik otomotif motor, teknik listrik, teknik las, teknisi AC, dan teknisi telepon seluler.
--page
Syarat pendaftaran antara lain, tidak sedang sekolah atau kuliah, minimal usia 17 tahun dan dan telah memiliki KTP, fotokopi KTP 3 lembar, fotokopi ijazah 3 lembar, fotokopi kartu keluarga 3 lembar, foto ukuran 3x4 cm latar merah 4 lembar, dan stopmap.
Biaya pelatihan sepenuhnya ditanggung pemerintah alias gratis, bahkan peserta pelatihan mendapat beberapa fasilitas dari pemerintah berupa uang saku, seragam pelatihan, tas, ATK, modul pelatihan, sepatu kerja, asuransi ketenagakerjaan, konsumsi, sertifikat UPTD BLK, dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Kuota PBK ini terbatas, yakni hanya 16 orang untuk setiap kejuruan. Dilakukan seleksi bagi pendaftar, sehingga diharapkan setiap pendaftar mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh," jelasnya.
Johny mengatakan, pelatihan kerja ini merupakan program rutin Disnakertrans Kotim melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK). Program ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kerja yang mencakup peningkatan pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang kejuruan.
Kegiatan ini diharap mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja di Kotim yang langsung dilatih oleh instruktur yang berkompeten di bidangnya, sehingga akan berdampak pada meningkatnya kualitas SDM dan menciptakan tenaga kerja mandiri yang produktif, khususnya bagi peserta pelatihan.
--page
"Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga Kotim untuk menjadi bekal terjun ke dunia kerja," ucapnya.
ANTARA









