PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Palangka Raya mengambil sikap merespon terkait kondisi sosial kebangsaan demokrasi saat ini.

Terutama menolak praktik interverensi dari presiden dan jajarannya yang menggunakan fasilitas negara, serta menuntut kenetralan dalam ajang Pemilu 2024.

Mereka menyampaikan suara itu dengan cara menggelar aksi demo pada Jumat, 9 Februari 2024, yang dilaksanakan di Tugu Soekarno Palangka Raya pukul 14.00 WIB.

Ketua HMI Cabang Palangka Raya M Rizky Oktaviandi mengatakan, tujuan demo tersebut atas dasar puluhan civitas akademika dan organisasi perjungan lainnya. Mereka sangat menyangkan kondisi pemerintahan eksekutif saat ini.

"Selain itu juga, kita menolak praktik interverensi dari presiden dan jajarannya yang menggunakan fasilitas negara dalam ajang Pemilu 2024, dan kita ingin menuntut kenetralan presiden," katanya, saat dikonfirmasi Borneonews, Kamis, 8 Februari 2024.

--page

Dirinya juga mengutarakan, demo tersebut juga menuntut kenetralan TNI/Polri pada Pemilu 2024 ini. Jadi, pihaknya akan melaksanakan juga penyartaan sikap dari HMI Cabang Palangka Raya.

"Demo ditunjukan kepada presiden dan jajaran pemerintah, HMI Cabang Palangka Raya besok akan bergerak dengan petisi-petisi yang tergabung di HMI Cabang Palangka Raya," tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan demo juga pada 19 Februari 2024 mendatang di tempat yang sama, demi melawan tiran kekuasaan dan menyelamatkan demokrasi Indonesia saat ini. .

"Menyikapi perihal isu yang semakin berkembang saat ini HMI Cabang Palangka Raya menyatakan akan turun aksi, dan menyatakan sikap untuk melawan tiran kekuasaan demi menyelamatkan demokrasi Indonesia saat ini," ujar Kabid PTKP Cabang HMI Palangka Raya Beni, Kamis, 8 Februari 2024.

Menurutnya demokrasi di Indonesia saat ini seakan sudah hilang kendali, dipicu karena adanya putusan cacat etik MK yang memberi celah politik dinasti, keterlibatan aparatur negara yang menggadai netralitas, pengangkatan pejabat daerah yang tidak transparan, hingga keberpihakan cawe-cawe presiden dalam pemilihan presiden yang membahayakan demokrasi.

--page

"Gerakan ini sebagai bentuk keprihatinan kita dalam melihat demokrasi Indonesia, kami menyatakan sikap kami HMI Cabang Palangka Raya tidak condong dan memihak kepada salah satu calon presiden dan wakil presiden, ini memang berlandaskan keresahan dalam melihat situasi politik yang sedang terjadi di Indonesia," tegasnya.

Ia juga menambahkan, sikap tegas ini pihaknya sampaikan agar pesta demokrasi Pemilu 2024 bersih, jujur, dan adil. 

"Pemilu kita harus legitimate, jangan sampai ada masalah di kemudian hari," mintanya.

Ia juga menyampaikan, siapapun yang masih punya kewarasan, pasti akan merespon persoalan yang terjadi saat ini, Karena diam dan membisu tidak menggambarkan sikap sebagai mahasiswa yang disebut agen perubahan. (MARINI/H)