PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabupaten Kotawaringin Barat memasuki tahun ini dengan tantangan serius terkait cuaca ekstrim yang berdampak pada sejumlah wilayah.

Angin kencang, hujan lebat, dan abrasi akibat kenaikan air laut, menjadi penyebab utama sejumlah bencana yang terjadi.

Sebagai respons, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kobar mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan siaga menghadapi potensi bencana.

Prakiraan Cuaca Mingguan BMKG Stasiun Meteorologi Iskandar Kotawaringin Barat menyampaikan, bahwa dari 5 hingga 11 Februari 2024, wilayah Kabupaten Kobar berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada siang hingga sore hari.

Kondisi ini membuat Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kobar melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Pahrul Laji, menekankan pentingnya peringatan dini kepada masyarakat agar waspada setiap perubahan cuaca.

"Pada prakiraan tersebut juga diinformasikan peringatan dini waspada petir dan angin kencang sesaat sebelum hujan," ujar Pahrul Laji, Kamis, 8 Februari 2024.

Pahrul juga menyoroti beberapa kondisi rawan, termasuk potensi banjir di beberapa kecamatan seperti Kotawaringin Lama, Kumai, dan Arut Selatan.

"Pada bulan Januari lalu, beberapa wilayah ini terdampak banjir dengan ketinggian mencapai 30 sampai 1 meter," ungkapnya.

Dalam upaya pencegahan, BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat intensif melakukan sosialisasi mengenai bahaya banjir melalui berbagai media, baik cetak maupun elektronik.

--page

Selain itu, peta kajian risiko bencana dijadikan acuan dalam penanggulangan bencana, memastikan respon cepat dan maksimal terhadap korban terdampak.

Rekapitulasi bencana BPBD Kabupaten Kobar untuk periode Januari 2024 mencatat 11 kejadian bencana, termasuk 4 kali banjir, 1 kali longsor, 1 kali abrasi pantai, dan 5 kali cuaca ekstrim.

"Dalam menangani situasi ini, personil BPBD berkoordinasi erat dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan wilayah terdampak dan memberikan respons yang efektif," pungkasnya. (DANANG/R)