BORNEONEWS, KOBAR - Antusiasme anak-anak warga Kelurahan Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kabuaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah dan sekitarnya, belajar bersama di Rumah Pintar Sanggar Rahmat Abah, tetap tinggi. Mereka seperti tidak terpengaruh dengan kurangnya fasilitas.
Muhammad Yusup (32), warga Jalan H.M Taher RT 12 RW 4, Kelurahan Kumai Hilir, pendiri tempat belajar masyarakat tersebut, Jumat (13/5/2016), menjelaskan beberapa fasilitas yang masih kurang adalah ketersediaan WC khusus bagi peserta belajar.
"Karena belum ada, peserta belajar terpaksa memanfaatkan WC di rumah saya yang letaknya dekat dari tempat belajar. Melihat kondisi ini beberapa tokoh masyarakat di Kumai secara lisan mengatakan akan menyumbang, membuatkan WC khusus di rumah pintar ini," jelas pemuda yang biasa disapa Hamid ini kepada Borneonews.
Melihat antusiasme peserta belajar, unsur musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Kumai juga berjanji mensuport dengan menghubungkan dirinya dengan pihak ketiga yang berniat memberikan bantuan. Apapun dukungan dan bantuannya, Yusup terima dengan tangan terbuka. Ia juga mengharapkan ada masyarakat yang bersedia menjadi relawan sebagai tenaga pengajar.
"Sekitar dua minggu lalu, kami mendapatkan kepastian adanya dua orang qori atau pembaca Alquran, menyatakan bergabung menjadi relawan," jelasnya.
Yusup juga mengharapkan ada pihak yang mau mengajari warga sekitar rumah pintar dalam bidang kerajinan tangan. Ia mengaku, sering ditanyai ibu-ibu yang bermukim di sekitar rumah pintar, kapan diberikan kesempatan memperoleh pengetahuan dalam hal kerajinan tangan. "Saya hanya bisa menjawab, kami masih mencari tenaga pengajar yang bersedia dan ikhlas membagikan ilmunya di tempat belajar ini." (WAHYU KRIDA/N).


