BORNEONEWS, Pangkalan Bun -  Warga Karang Anyar, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diresahkan oleh ulah pencuri yang acapkali menyatroni rumah-rumah warga.

Berdasarkan informasi yangdihimpun Borneonews,  dalam bulan Mei ini saja sudah terjadi tiga kali pencurian, di antaranya satu ekor sapi, belasan kayu ulin dan ratusan batako.

Pencuri ini menjual hasil jarahannya tidak jauh dari tempatnya beraksi. Seperti kayu ulin milik AT yang hilang ternyata ditemukan hanya satu kilometer dari rumahnya. Status kayu ulin tersebut juga sudah dijual kepada orang lain.

Sumber borneonews  mengatakan, bahkan aksi nekat pencuri ini juga semakin berani. Pasalnya, batako yang rencananya bakal digunakan untuk membangun rumah ini juga tak luput dari jarahannya. Tukang bangunan yang tidur di pondok dikalungi senjata tajam.

"Kejadiannya malam hari, saksi mata melihat bahwa tukang bangunan tersebut dikalungi senjata tajam," ujar sumber Borneonews, saat ditemui di kediamannya, Kampung Karang Anyar, RT 22, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Jumat (13/5/2016).
 
Lanjut sumber itu, sebenarnya identitas pencuri itu sudah dikantongi warga, namun warga enggan untuk melaporkan ke polisi. Warga merasa takut karena dia terkenal sebagai preman kampung.

"Warga sebenarnya sudah tahu siapa dalang aksi pencurian selama ini, tetapi warga enggan karena takut," katanya. 

Sementara itu, AN membenarkan bahwa marak terjadi pencurian di kampungnya. Menurutnya, aksi pencuri ini tidak pandang bulu, bahkan barang-barang milik tetangga dekatnya pun diambilnya.


"Ini sudah kejadian berkali-kali, mudah-mudahan saja melalui Borneonews  Polres Kobar dapat bertindak dengan cepat," pungkas AN yang tidak mau namanya dimediakan. (KOKO SULISTYO/m)