BORNEONEWS, Kasongan - Warga di Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan jika hendak berpergian ke luar daerah, seperti ke Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, atau ke Kasongan lewat jalur darat selama ini masih menggunakan jalan milik perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH).

Pasalnya jalan antardesa antarkecamatan yang dibangun oleh pemerintah daerah bekerjasama dengan pihak perusahaan HPH, itu masih belum selesai.

"Meski berbahaya karena tidak ada jalan darat lain yang bisa dilewati, selama ini kami warga Tumbang Hiran Ibukota Kecamatan Marikit bila ingin ke Tumbang Samba, Kasongan atau Palangkaraya melewati jalan HPH itu selama sekitar dua jam sampai Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei menggunakan mobil," ujar Masyadi, warga Tumbang Hiran Kecamatan Marikit, Jumat (13/5/2016).

Tidak jarang saat melintasi ruas jalan HPH ini, kendaraan yang ditumpangi warga ini berpapasan dengan kendaraan besar sejenis tronton pengangkut kayu bulat (log) arah base kamp perusahaan HPH yaitu PT Dwima Goup di Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei.

"Kalau sopir tidak paham dengan kondisi jalan HPH itu, maka akan sangat berbahaya sekali, sebab kendaraan loging yang mengangkut kayu bulat itu laju-laju dan kadang bisa ke arah kanan maupun kiri," sebutnya.

Merki di beberapa titik sudah ada rambu berupa tanda panah ke kiri atau kanan, namun jalan loging ini tidak seperti di jalan raya.

"Kalau salah mengambil jalur maka akibatnya fatal bisa ditabrak kendaraan loging," sebutnya.

Sebenarnya untuk menuju Tumbang Samba atau Kasongan bagi warga Tumbang Hiran ini masih ada alternatif lain yaitu lewat Sungai Katingan. Namun karena jarak tempuh jika menggunakan transportasi sungai lama, maka sangat jarang angkutan sungai yang beroperasi. 

Meski demikian setiap harinya selalu ada saja angkutan sungai dari Tumbang Hiran-Tumbang Samba atau sebaliknya. 

"Tapi juga beresiko, selain jarak tempuhnya jauh lebih lama dibanding jalur darat, antara Tumbang Hiran-Tumbang Samba ini juga banyak melintasi riam, salah satunya Riam Mangkikit," sebutnya.

Bahkan sudah beberapa kali terjadi laka air di Riam Mangkikit hingga sampai menyebabkan korban meninggal dunia.( ABDUL GOFUR/m)