BORNEONEWS-Sampit : Ketua panitia pelaksana Sampit Expo 2016, Mudjiono mengaku bahwa perputaran uang pada agenda tahunan pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur hanya sebesar Rp6,4 miliar. Nilai tersebut menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp15,9 miliar.

“Memang kami akui bahwa pelaksanaan Sampit Expo 2016 belum maksimal, mengingat waktu dan tempat yang masih belum memadai. Namun ke depan, kami yakin Sampit  Expo akan lebih baik lagi,” kata Mudjiono saat penutupan Sampit Expo 2016,  Jumat (12/5/2016) malam.

Pelaksanaan Sampit Expo 2016 yang digelar di kawasan  perumahan Wengga Metropolitan  berdekatan dengan tempat rekreasi Water Park itu menuai banyak sindiran dari masyarakat Kotim. Selain lokasinya yang jauh, panitia dinilai tidak siap melaksanakan di lokasi yang baru tersebut.

Ajang Sampit Expo 2016 ini merupakan tahun kelima yang digelar pemerintah Kotim. Meski kegiatan itu digelar setiap tahun, namun kegiatan itu tetap menuai banyak kekurangan sehingga tidak heran jika berbagai kalangan memberikan komentar miring terkait pelaksanaan Sampit Expo.

Namun Mudjiono mengaku, pemerintah tetap akan berupaya untuk melakukan evaluasi terhadap setiap kegiatan Sampit Expo. Tertutama Sampit Expo yang digelar tahun ini karena diakuinya masih banyak kekurangan terutama masalah infrastruktur jalan yang tidak memadai.

“Kami minta maaf atas kekurangan dalam penyelenggaraan Sampit Expo tahun ini, terutama mengenai keluhan akan jalan yang masih belum selesai dikerjakan. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami sehingga kegiatan-kegiatan ke depan akan lebih baik lagi,” katanya.

Meski ada penurunan perputaran uang, namun dari segi kepesertaan atau  tingkat partisipasi pada tahun ini banyak UMKM dari daerah lain yang ikut terlibat, yakni dari Sulawesi,  DKI Jakarta,  Jawa Timur, Jawa Barat dan Kalimantan sendiri.

“Dari tahun ke tahun Sampit Expo terus dimintai, terutama peserta dari luar Kalimantan,” ujarnya. (FI/*)