BORNEONEWS, Sampit - Perampok sadis yang mengambil uang Rp500 juta milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dan juga merampas uang Rp100 juta milik nasabah bernama Aziz yang hendak menyetorkan ke bank tersebut, pada Kamis (12/5/2016) diduga kuat bukan berasal dari daerah ini.

Hal tersebut disampaikan sejumlah karyawan yang sempat diikat oleh pelaku perampokan tersebut. Mereka mengatakan bahwa dari logat bahasa yang terdengar, adalah dari Indonesia timur dan Batak. Tidak ada terdengar bahasa seperti orang Melayu, atau Dayak, atau bahkan Banjarmasin.

“Dari keterangan para karyawan, logat bahasa yang keluar dari omongan para pelaku perampokan adalah bukan warga Kotim, melainkan dari luar daerah ,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan saat memantau langsung Tempat kejadian Perkara (TKP),  Jumat (13/5/2016).

Hingga saat ini jajaran Polres Kotim belum berhasil menangkap para pelaku perampokan tersebut. Tetapi  aparat sudah menyebarkan sejumlah anggotanya di sejumlah wilayah yang dianggap sering menjadi persembunyian mereka.

Razia di sejumlah jalan keluar masuk, baik itu di bandara, maupun pelabuhan juga dijaga ketat guna menutup ruang gerak mereka.

Selain itu, polisi juga sudah melakukan pemeriksaan di sejumlah penginapan dan hotel yang berada di Kota Sampit. Namun tidak ada yang menunjukkan bahwa para pelaku perampokan tersebut sempat tinggal di tempat itu.

“Kami juga sudah menyebar intelijen polres, hal itu dilakukan agar lebih cepat dalam melakukan penangkapan terhadap para pelaku,” lanjut Hendra.

Sementara saat ini, polisi masih mengumpulkan barang bukti yang dapat digunakan untuk mencari titik terang pelaku perampokan tersebut. Mereka juga masih memeriksa enam karyawan bank tersebut, dan juga satu nasabah yang juga menjadi korban perampokan.

Pemeriksaan tersebut dengan harapan akan menjadi salah satu titik terang untuk mengungkap pelaku perampokan tersebut. Sedangkan, para pelaku diperkirakan masih berada di daerah Kotim ini. (HAMIM/*)