PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Kalteng Riza Rahmadi mengatakan sampel inflasi di Kalteng dalam survei terbaru Kuala Kapuas inflasinya 4,70 persen, di Sukamara 3,69 persen, Sampit 2,61 persen, dan Palangka Raya di angka 2,88 persen.

Dari keempat daerah tersebut, Riza mengatakan, daerah dengan penyumbang inflasi terbesar adalah daging ayam ras.

Pihaknya melihat, fenomena kenaikan yang terjadi memang dipicu oleh mulai masuknya momen hari besar keagamaan contohnya Isra Mikraj.

"Di samping itu juga dilaksanakannya haul Guru Sekumpul di beberapa tempat, khususnya Kapuas, sehingga permintaan daging ayam ras ini mungkin cukup tinggi, sehingga pasokannya kurang tersedia," katanya, Kamis 15 Februari 2024. 

Terkait daging ayam ras pihaknya sudah temukan jalan keluarnya, di Bulog katanya tersedia penyimpanan daging ayam beku.

"Mudah-mudahan dengan adnaya daging ayam beku ini, di kota atau kabupaten yang mengalami kenaikan harga ayam bisa diturunkan melalui intervensi pasar, meski beberapa hari lagi isra mikraj,” jelasnya. 

Menurutnya dari rilis resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait andil komoditas utama terhadap inflasi di Kalteng per Januari 2024, daging ayam ras menyumbang 0,57 persen inflasi. (MARINI/R)