BORNEONEWS-Kasongan:  Warga Kasongan dan Kereng Pangi Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan mengaku terkejut dengan harga gula pasir yang melambung tinggi sejak beberapa hari terakhir.


"Kita terkejut tadi saat beli gula pasir di Pasar Kasongan, sebab harganya dijual Rp17 ribu per kilogramnya," tutur Nurul, seorang ibu rumah tangga warga Perumahan Haing Jaya Kasongan, Minggu (15/5).


Padahal sebutnya, sebelumnya harga gula pasir ini masih dijual normal oleh sejumlah pedagang di Pasar Kasongan, dan juga beberapa kios/warung yakni Rp13 ribu per kilo. 


Meski harganya sudah mahal, namun menurut ibu dua anak ini dirinya tetap membeli gula pasir itu meski tidak sebanyak direncanakan sebelumnya.


"Awalnya mau beli sekilo, tapi mendengar harganya sudah Rp17 ribu kita terpaksa membeli setengah kilo saja," ucapnya.


Nurul mengaku setiap hari keluarganya pasti membutuhkan gula pasir, terutama untuk membuat kopi sang suami, dan membuat air teh untuk keluarganya. 


"Kita tanya sama orang warung,  mereka tak tahu sebabnya kenapa harga gula pasir ini naik. Kata mereka sudah naik dari tempat mereka membelinya," keluhnya.


Sementara menurut Yono, salah seorang pemilik toko sembako di Pasar Kasongan mengakui jika harga gula pasir sejak sekitar seminggu ini mengalami penaikan cukup signifikan.


"Kenaikan harga gula pasir terjadi sejak seminggu lalu. Kata pihak distributor karena stok gula pasir ini terbatas, sehingga harganya mahal," katanya. 


Mahalnya harga gula pasir ini katanya mempengaruhi harga jual gula pasir di warung sembakonya. Pasalnya harga sembako lainnya sejauh ini masih normal.


"Ada juga yang masih beli meski harganya mahal, tapi tidak sedikit warga sudah mau bayar tapi tidak jadi beli karena mendengar harganya yang mahal," akunya.


Untuk itu Yono berharap agar harga gula pasir ini bisa segera kembali normal. "Soalnya saya telpon keluarga di Sampit dan Palangkaraya, harga gula pasir ini naik juga Mas," imbuhnya.  (GP/*)