BORNEONEWS-Pangkalan Bun: Kebutuhan ikan pedagang di pasar Tradisional masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Terutama jenis ikan laut seperti tongkol, bandeng, telang dan patin laut.
Dalam sebulan suplay ikan dari Kabupaten tetangga ini mencapai 3 hingga 4 ton. Sementara tengkulak dari Kalimantan Barat justru mengangkut hasil ikan nelayan dari Kabupaten Kobar.
Anang, warga Kabupaten Kotim yang ditemui Borneonews di pasar Tembaga Indah saat mengantarkan pasokan ikan bagi pedagang mengatakan, saat ini permintaan dari pedagang baik di Pasar Tembaga Indah maupun di Pasar Kumai sendiri cukup tinggi.
Dalam satu bulan saja ia mampu memasok hingga 4 ton berbagai jenis ikan. Menurutnya, permintaan akan ikan yang paling diminati adalah jenis ikan laut seperti tongkol dan bandeng.
" Untuk Kobar yang paling tinggi permintaannya adalah jenis ikan laut terutama ikan bandeng dan tongkol," papar Anang, Minggu (14/5/2016) dinihari.
Selain ikan laut, Kotim juga memasok ikan sungai dan dari hasil tambak nelayan. Terutama dari dari desa Kuala dan Desa Bangkal. Anang mengaku permintaa pasokan yang tinggi diakibatkan karena hasil nelayan di Kobar tidak mampu mencukupi kebutuhan konsumsi lokal.
" Tetapi pengiriman juga tidak terjadi sepanjang tahun, ada kalanya Kobar sendiri banjir ikan, pada masa itu kami akan tahan pasokan ikan untuk Kobar, karena saat itu harga ikan turun drastis," kata Anang.
Sementara itu, Muaminah, pedagang ikan di Pasar Tembaga Indah, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel) Kabupaten Kobar, mengakui bahwa beberapa jenis ikan laut memang dipasok dari Kotim, namun mereka juga mengambil dari nelayan Kobar.
Hal ini disebabkan pasokan ikan dari nelayan Kobar tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
" Rutin pemasok ikan dari Kotim datang, kebanyakan ikan laut dan tambak seperti bandeng," pungkas Muaminah. (KK/*)


