PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran berharap bundaran besar sebagai landmark Kota Palangka Raya dan Kalteng secara umum dapat memberikan multiplier effect positif terhadap berbagai hal.

"Di antaranya seperti pertumbuhan ekonomi pariwisata, sentrum peradaban dan edukasi serta rekreasi yang memadai, bahkan mendunia," katanya, Sabtu, 17 Februari 2024.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut Sugianto pun berkeinginan menata bundaran besar dan sekitarnya secara paripurna dan komprehensif, termasuk membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"Pembangunan RTH direncanakan dengan memugar atau membongkar bangunan eks gedung KONI atau gedung DPRD lama yang ada saat ini, bahkan jika diperlukan Kantor DISPORA dan Nakertrans saat ini," ucapnya.

Sugianto berpendapat bahwa, gedung pemerintah sudah tidak layak dari sisi estetika jika berada di kawasan bundaran besar. Maka dari itu akan lebih tepat jika bundaran tersebut menyatu dengan kawasan RTH.

--page


"Pastinya disitu nanti akan dilengkapi dengan playground taman bermain yang edukatif bagi anak-anak dan dilengkapi dengan bangunan satuan pendidikan Taman Kanak-Kanak atau TK," tambahnya.

Selain itu, disekitaran area tersebut juga akan ada tempat parkir yang ditata dengan azas tata ruang ramah lingkungan, sehingga bagi para pengunjung tidak lagi menggunakan bahu-bahu jalan area bundaran untuk parkir.

Terlepas dari itu, Sugianto menyadari bahwa rencana ini pastinya akan melahirkan pendapat yang pro dan kontra, sehingga ia pun mempersilahkan masyarakat Kalteng untuk memberikan masukan yang konstruktif terhadap gagasan tersebut.

"Karena menurut saya perbedaan pandangan dan pendapat merupakan hal biasa, dan demokrasi menghalalkan perbedaan, demi untuk mewujudkan cita-cita besar Kalteng Makin Berkah," tutupnya. (DONNY D/Y)