BORNEONEWS-Sampit:  Olahraga pesawat aeromodelling rc airplane atau remote control, kini mulai ramai digemari sebagian warga di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).  Seperti yang terlihat di kawasan stadion 29 November Sampit. Di mana sejumlah orang penghobby pesawat rc yang tergabung dalam Federasi Aeromodelling Sory Indonesia Cabang Kotim, berkumpul untuk menerbangkan pesawat tersebut.

Hampir setiap Sabtu dan Minggu mereka berkumpul untuk saling mengadu ketangkasan dalam mengendalikan pesawat kecil tanpa awak tersebut.  Hal itu dilakukan untuk penyalurkan  hobi dan bakat mereka dalam mengkreasikan gerakan pesawat tanpa awak di udara.

Walaupun sudah mulai banyak peminatnya, namun tetap saja banyak masyarakat yang beranggapan bahwa pesawat remot control itu merupakan sebuah olahraga dengan biaya mahal. Namun anggapan tersebut dirubah langsung oleh sejumlah orang penghobi pesawat RC tersbeut.

Mereka mengatakan, pesawat tanpa awak ini bukanlan olahraga yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Karena semua bisa dirakit sendiri dengan bahan dasar styroform atau dikenal dengan gabus. Tanpa meninggalkan kualitas kecepatan dan manuver pesawat itu itu sendiri.

Seperti yang dikatakan Budi Hartono, salah seorang  penghobi pesawat remot control. Dia mengatakan pesawat buatan sendiri tersebut tidak jauh berbeda dengan buatan pabrik yang dikenal cukup mahal. Hal itu tergantung dari ketangkasan si pembuatnya saja.

“Sama saja buatan sendiri dengan buatan pabrik. Kecepatan dan manuvernya juga tidak jauh berbeda. Kita hanya membeli remot control dan mesin saja,” ujar Budi, Minggu (15/5/2016).

Dirinya menyebutkan bahwa dalam membuat pesawat aeromodelling RC ini berbahan styroform tidak memerlukan biaya yang terlalu besar. Bahkan dari gabus bekas juga bisa.  Diman untuk satu pesawar RC kategori pemula dengan jenis glider, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp1,5 juta rupiah. Desain dan bentuk juga sesuka hati si pemilik. Sedangkan untuk pembuatannya memang cukup lama, dimana untuk satu buah pesawat bisa mencapai 10 hari.

Sementara, Ketua Komunitas Pederasi Aeromodelling Sory Indonesia Cabang Kotim Hasan Efendi mengatakan, komunitas yang diketuainya itu sudah terdaftar di Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kotim. Namun hingga saat ini belum ada bantuan untuk pembuatan Runway.

“Sangat dibutuhkan Runwai, karena hal itu akan mempermudah untuk menerbangkan pesawat tersbeut,” kata Hasan.

Pecinta RC di Kota Sampit sendiri sudah mulai banyak, bahkan saat ini sudah mencapai 30 orang.  (MH/*)