BORNEONEWS, Palangka Raya - Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Lian Andriani, mengumumkan prospek gelombang mingguan di wilayah Perairan Selatan Kalimantan Tengah.
Menurut laporan terbaru Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, gelombang di kawasan ini diperkirakan akan berada pada kisaran yang rendah, sekitar 0.0 Meter hingga 1.25 meter.
“Kondisi ini menunjukkan potensi yang rendah untuk aktivitas gelombang tinggi yang dapat mengganggu pelayaran dan kegiatan di laut,” ujar Lian Andriani, Senin, 19 Februari 2024.
Nelayan, masyarakat dan pelaku usaha yang beraktivitas di perairan selatan Kalteng diimbau untuk tetap berhati-hati dan memantau informasi cuaca terkini dari masing - masing kantor stasiun meteorologi klimatologi terdekat.
Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut terus melakukan pemantauan dan akan memberikan pembaruan bila terdapat perubahan signifikan.
Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi dan mempersiapkan segala kemungkinan.
--page
"Masyarakat dan nelayan kami minta waspada dengan adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus yang bisa menyebabkan di tengah perairan hujan dan bisa berpengaruh pada tinggi gelombang," pungkasnya. (PATHUR/R)









