PALANGKA RAYA –

BORNENEWS, Palangka Raya - Dalam rangka mewujudkan komitman keberlanjutan pada bidang konservasi, tidak cukup hanya kepatuhan pada regulasi pemerintah. Oleh karena itu, PT Sawit Mandiri Lestari atau PT SML mendukung kegiatan konservasi kepada kelompok tani hutan sekitar yang berada di luar area operasional perusahaan.

Salah satu bentuk dukungan konservasi yang diberikan oleh PT SML adalah memberikan bantuan plang nama imbauan, larangan serta peringatan. kepada Kelompok Tani Hutan atau KTH Kungkung Jaya yang berada di Desa Penyombaan, Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. Pihaknya juga berkolaborasi untuk menjaga hutan tetap lestari.

Kelompok tani ini memiliki izin seluas 1.815 hektar dari Kementrian Lingkungan Hidup No SK. 5491/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/5/2023 tentang Pemberian Persetujuan Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Kepada Kelompok Tani Hutan Kungkung Jaya pada Kawasan Hutan Lindung di Desa Penyombaan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalteng.

Manager Sustainability PT SML, Joko Triyanto dalam rilisnya pada Selasa, 20 Februari 2024 mengatakan, KTH menyambut baik dukungan tersebut dan PT SML akan membangun komunikasi yang lebih intens, sehingga dukungan yang dilakukan akan tepat sesuai kebutuhan kelompok tani.

Sementara itu, Wardi selaku perwakilan Yayorin menyampaikan bahwa selama mendampingi KTH Kungkung Jaya, ia melihat komitmen para anggota dalam bidang konservasi sangat luar biasa dan menunjukkan progress yang positif. 

--page

Demikian juga pihak terkait seperti Dinas Pariwisata, KPHP Lamandau dan Sukamara, pihak swasta yang secara terus-menerus memberikan dukungan dan masukan yang tentunya makin memupuk semangat para anggota KTH dalam menjaga hutannya.  

Vigilius Massa selaku Ketua KTH Kungkung Jaya juga menambahkan bahwa pertemuan-pertemuan seperti ini merupakan tidak lanjut atas dukungan yang akan diberikan oleh pihak swasta dalam hal ini PT SML kepada Kelompok Tani Kungkung Jaya.

Dalam mewujudkan komitmen dan dukungan pada kegiatan konservasi ini,  PT SML akan memberikan dukungan melalui tiga program utama yaitu tata batas kawasan, patroli dan pengamanan termasuk didalamnya pembinaan Masyarakat Peduli Api atau MPA serta pengadaan plang nama himbauan, larangan serta peringatan. 

Ketiga program tersebut akan direalisasikan secara bertahap dan melihat tingkat urgenitas kebutuhannnya yang sepenuhnya diserahkan pada pendamping (Yayorin) dan kelompok tani.

Konservasi yang dibangun dengan mimpi dan tujuan yang sama dalam rangka mewujudkan tujuan sustainability tentunya akan lebih berfaedah, bemanfaat jika dibangun dalam semangat kolaborasi. Untuk itu, PT SML bersama para stakeholder bekerja bersama untuk mempertahankan keutuhan hutan dan segala keanekaragaman hayati yang ada didalamnya merupakan tujuan mulia yang dapat di capai bersama-sama. (TESTI PRISCILLA/Y)