BORNEONEWS, Palangka Raya - Musim hujan selalu menjadi momok bagi warga Jalan Panglima Tampei II, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, khususnya bagi Adi yang rumahnya kini telah menjadi langganan banjir.
Adi menyampaikan setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama di Palangka Raya, genangan air tak terhindarkan, merendam rumah hingga ketinggian mata kaki orang dewasa.
“Kalau orang lain hujan ingat Indomie, saya malah ingat harus angkat perabotan listrik karena takut banjir dan rusak," ungkap Adi, Rabu, 21 Februari 2024.
Selama ini Adi telah mengalami berbagai insiden akibat banjir, mulai dari ular, belut, hingga ikan gabus yang masuk ke dalam rumahnya. Bahkan, pernah suatu ketika, sepatunya hanyut terbawa arus genangan air saat ia tertidur.
Adi berharap pemerintah setempat dapat memperhatikan kondisi drainase di kompleks perumahannya, yang menurutnya tidak memadai sehingga meluap dan menyebabkan genangan air masuk ke rumahnya.
--page
“Drainase di sini memang ada, tapi ukurannya kecil, saya harap pemerintah bisa membantu kami mengatasi masalah genangan air dengan dilakukannya pembangunan drainase," pungkasnya. (PATHUR/R)









