BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor merencanakan program bantuan usaha untuk menurunkan angka kemiskinan di Kotim.
"Angka kemiskinan baru turun komanya saja pada tahun 2023 atau turun 0,26 persen. Supaya lebih fokus coba di cek data masyarakat miskin," kata Halikinnor, Kamis, 22 Februari 2024.
Jika memang masyarakat miskin butuh bantuan, misalnya pemerintah daerah membantu Rp 10 juta setiap keluarga untuk modal usaha. Sehingga mereka memiliki pemasukan melalui usaha tersebut dan tidak miskin lagi.
Halikinnor mengatakan, perlu program nyata menyentuh masyarakat miskin. Program lainnya misalnya yang berhubungan dengan pekerjaan masyarakat miskin.
"Misalnya tukang becak, kalau becaknya kurang bagus kita belikan becak yang bagus. Sehingga mereka bisa langsung bekerja," ujarnya.
Menurutnya, program saja tidak langsung merubah keadaan masyarakat miskin. Sehingga perlu memberi dukungan modal atau memfasilitasi ke bank agar penurunan angka kemiskinan signifikan.
Berdasarkan data tahun 2022, angka kemiskinan di Kotim sebesar 5,95 persen, turun menjadi 5,69 persen pada tahun 2023 atau turun 0,26 persen dengan jumlah penduduk miskin 26.570 orang.
--page
Saat ini penurunan kemiskinan menjadi isu penting yang menjadi perhatian pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Bahkan Presiden Republik Indonesia meminta pemerintah kabupaten/kota agar melaksanakan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayahnya masing-masing yang ditargetkan sebesar 0 persen. (DEWI PATMALASARI/R)









