BORNEONEWS, Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dan Pemprov Jawa Timur (Jatim) merencanakan kerja sama dalam hal penguatan komoditas pangan.
Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo mengakui Kalteng menghadapi inflasi pada komoditas pertanian karena masih menjadi daerah konsumen untuk produk pangan.
Komoditas pemicu inflasi tersebut terutama berasal dari beras medium, bawang merah, daging sapi dan ayam, serta telur.
“(Harapannya) melalui kerja sama antar daerah ini, Provinsi Jawa Timur berkenan untuk memberikan perhatian dan support penuh, dalam pemenuhan kebutuhan supply atau persediaan bibit ternak maupun komoditas pangan lainnya,” tutur Edy dalam keterangannya, Kamis, 22 Februari 2024.
Sebagai informasi rilis BPS 1 Februari 2024, inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Kalteng sebesar 3,40 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,76 pada Januari 2024.
--page
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, salah satunya dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,05 persen. (HERMAWAN DP/j)









