PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sementara itu Direktur Politeknik Negeri Lampung atau Polinela, Surono mengatakan bahwa perguruan tinggi, termasuk politeknik, memiliki peran penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas.

"Khususnya untuk mendukung perkembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan," ucap Surono dalam rilis Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Jumat, 23 Februari 2024.

Hal ini disampaikannya dalam Workshop Grant Riset Sawit atau GRS BPDPKS kepada kalangan kampus di Lampung baru-baru ini.

"Melalui kolaborasi kami yakin keilmuan yang dimiliki oleh perguruan tinggi dapat menghasilkan teknologi yang inovatif," kata Surono lagi.

Terutama, ia menambahkan, untuk meningkatkan produktivitas dan mengatasi permasalahan yang ada di industri kelapa sawit. 

--page

"Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang kolaborasi antar-politeknik dalam mendukung penelitian dan pengembangan industri kelapa sawit secara berkelanjutan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS, Arfie Thahar mengatakan bahwa GRS dari BPDPKS merupakan program pendanaan yang ditujukan untuk penelitian dan pengembangan oleh berbagai Lembaga Penelitian dan Pengembangan di Indonesia.

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, serta mendorong penciptaan produk atau pasar baru dan nilai kelapa tambah sawit," kata Arfie. 

Hasil penelitian terkait sawit yang didanai BPDPKS ini diharapkan dapat memberikan manfaat luas, baik bagi industri kelapa sawit, pemerintah, maupun masyarakat petani sawit. 

Hingga kini menurut Arfie BPDPKS telah melakukan 329 kontrak penelitian sejak 2015-2023.

Semua kontrak itu, kata dia, terbagi dalam bidang seperti bioenergi, budi daya, pangan dan kesehatan, oleokimia dan biomaterial, pascapanen dan pengolahan, serta lingkungan.

--page

"Dengan kolaborasi antara praktisi, praktisi, dan pemerhati industri kelapa sawit, lokakarya ini diharapkan menjadi wadah untuk berbagi ide, pengalaman, dan menciptakan solusi inovatif," tuturnya.

Selain itu, sambung Arfie Thahar, acara tersebut juga diharapkan dapat memberikan berbagai kontribusi positif dalam mendukung pertumbuhan sektor perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. (TESTI PRISCILLA/H)