PANGKALAN BUN TOPIK –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan swadaya (P4S) Karya Baru Mandiri terletak di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) oleh Syahrian dalam mengembangkan budidaya melon dengan Metode Smart Farming melalui Sistem Pengairan Fertigasi.

Dalam kesempatan ini, Penjabat Bupati Kabupaten Kobar, Budi Santosa melakukan pemantauan aktivitas pertanian di wilayahnya yang sekaligus berkunjung ke P4S Karya Baru Mandiri pada Kamis, 22 Februari 2024.

Kunjungan tersebut, Pj. Bupati Kobar meninjau langsung secara perdana panen buah melon yang merupakan salah satu program unggulan P4S Karya Baru Mandiri, dan dilanjut peninjauan pertenakan serta tanaman yang sedang dikembangkan P4S ini. 

"Keberadaan P4S ini sangat strategis, terutama dalam mencetak para petani muda yang akan menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan pertanian di masa depan," ujarnya.

Sistem Fertigasi artinya sistem tanam, dalam pemberian air dan nutrisi dilakukan bersamaan sehingga waktu penyerapan nutrisi sangat efisiensi, jumlah polusi air tanah tidak banyak, lalu penggunaan pupuk padat (granul) pun jauh lebih sedikit dan menekan biaya produksi lainnya.

Kemudian, hadir pula Kepala Dinas Pertanian Kobar Kris Budi Hastuti, berharap dengan adanya pusat pelatihan ini menjadi dorongan petani muda lain berpikir kreatif untuk terus berinovasi mengembangkan pertanian Bumi Marunting Batu Aji.

“Terlebih P4S ini telah memiliki klasifikasi P4S Utama, dan terbaik dari 30 P4S yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Kris.

--page

Tak kalah penting, bahwa budidaya buah melon dengan menggunakan Sistem Fertigasi di Green House juga mendukung salah satu program Kementrian Pertanian RI yaitu Gerakan Petani Pro Organik (Genta Organik), dapat menimalisir penggunaan pestisida dan pupuk kimia.

"Buah melon jenis Golden yang dikembangkan di Green House ini memiliki rasa manis crunchy dan minim pestisida jadi akan lebih merasa aman untuk kita konsumsi," ungkap Syharian.(NURITA/R)