MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Dandim 1013 Muara Teweh, Letkol Inf Agussalim Tuo menjelaskan tanaman buah melon yang berada di greenhouse Kodim 1013 Muara Teweh ditanam menggunakan sistem tanam hidroponik.

“Alhamdulillah melonnya jadi, walaupun ini yang kedua, memang yang pertama mengalami kegagalan, tinggal dua minggu panen muncul penyakit  layu fusarium,” katanya.

Dikatakannya, penyakit Layu Fusarium ini adalah penyakit tanaman yang sangat di takuti oleh para petani buah melon yang disebabkan oleh pathogen F Oxysporum yang menyerang bagian pembuluh xylem. 

“Hal ini diperoleh dari hasil isolasi bagian batang tanaman melon yang diduga terserang penyakit Layu Fusarium,” ungkap Agus saat menceritakan gagal panen pertama buah melon," kata Dandim, Sabtu 24 Februari 2024.

Agussalim Tuo mengatakan, dengan pengalaman yang sudah ada, penyakit layu Fusarium ini sempat muncul lagi, akan tetapi bisa teratasi. “Jadi, ini sudah panen dan perlu kita sosialisasikan ke masyarakat,” ucapnya.

Tanaman buah melon menggunakan sistem hidroponik ini adalah yang pertama menggunakan media air. “Ada Greenhouse melon, tetapi menggunakan media tanah tetapi yang menggunakan media air belum ada secara masif,” ucap Agussalim Tuo.

Dandim menerangkan, tanaman melon biasanya dapat berbuah tiga dalam satu batang dan dapat dipetik cuma satu, dan yang dua lagi busuk.

--page

Biasanya, ucap Dandim, menambahkan buah melon usai panen batangnya akan dicabut dan ditanam dengan yang baru sedangkan menggunakan sistem hidroponik selama kandungan nutrisinya masih terjaga selama itu juga akan menghasilkan buah. 

“Jadi kita akan panen buah melon bisa berkali-kali. Menanam buah melon ini terinspirasi dengan tanah yang ada di Muara Teweh dengan PH yang tinggi sehingga menanam tanaman itu sulit, walaupun dapat berbuah tetapi kualitasnya tidak akan maksimal sehingga muncul ide dan inspirasi untuk menanam di dalam media air. Melon yang kita tanam ini adalah jenis melon intanom dari Eropa,” pungkasnya. (RAMADHANI/R)