BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebuah kejadian menyedihkan menimpa Hendri, seorang peternak ayam pedaging di Jalan Karanggan Ujung.
Dalam waktu satu minggu terakhir, Hendri mengalami kerugian besar setelah sekitar 500 ekor ayamnya mati, diduga karena terkena penyakit gumboro
Gejala awal yang terlihat pada ayam-ayam diduga terkena gumboro adalah kondisi tubuhnya yang lemas, mata yang berwarna merah dan pendarahan saat buang air.
“Jika dihitung dengan berat rata-rata 1,8 kilogram per ekor dengan harga Rp 24.000, maka kerugian yang saya alami kurang lebih Rp 21.600.000,” ungkap Hendri, Senin, 26 Februari 2024.
Dengan total populasi 5.000 ekor ayam, kematian ayam akibat penyakit gumboro ini berarti sekitar 10 persen dari seluruh populasi ternak yang ada di kandang milik Hendri.
Hendri telah melaporkan kejadian ini ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Palangka Raya dan dijadwalkan akan ada pemeriksaan ke kandangnya oleh kepala Puskeswan pada hari Selasa, 27 Februari 2024.
--page
"Wabah gumor merupakan pukulan berat bagi peternak lokal, dan kejadian ini menjadi peringatan bagi peternak lain untuk meningkatkan kewaspadaan dan biosekuriti di kandang mereka," pungkasnya. (PATHUR/R)









